Hai! Ini post ke 150 loh! hehehe. Sebuah milestone buat gw. Hehe.
Kali ini mau nulis yang ringan-ringan aja. Jadi gw waktu weekend kemarin sempet nonton 2 film yang berbeda namun memiliki akhir cerita yang mirip. Hehe. Pertama itu filmnya judulnya Legendary, dan yang kedua adalah Real Steel. Gw bahas satu-satu deh. Hehe.
Legendary itu film yang diproduksi dari WWE Studios tahun 2010 lalu. Kalo pada ga tau, WWE itu tuh perusahaan yang menciptakan gulat profesional yang lebih dikenal sebagai SmackDown! Sebenarnya SmackDown! itu merupakan salah satu brand dari WWE, tapi orang Indonesia kenal WWE itu ya nyebutnya smackdown. hehe. Naaah, cerita film Legendary ini ga jauh dari gulat, tapi bukan kayak yang di smackdown gitu. Kalo yang di smackdown itu namanya Professional Wrestling, beda sama gulat yang dipertandingkan di Olimpiade yang cuman disebut sebagai Wrestling. Peraturan dan tata caranya juga agaknya berbeda. Jadi kalau penasaran sama gulat yang sebenarnya, ya tonton aja film Legendary. Hehe. Film ini ga gitu terkenal banget sampe masuk bioskop sih. Gw aja nontonnya ga sengaja gitu di HBO. Siapa tahu kalo cari DVDnya ada yang jual deh.
Kisahnya sih tentang perjuangan seorang anak SMA di Amerika sana yang bercita-cita menjadi pegulat. Kisahnya diisi dengan berbagai perjuangan anak ini dalam berlatih dan mengejar impiannya untuk menjadi seperti ayah dan kakaknya yang juga pegulat di masanya masing-masing. Kebetulan, yang main jadi kakaknya itu adalah Professional Wrestler beneran, yaitu John Cena!! Nah ceritanya si John Cena ini ngelatih adeknya gitu deh di film itu. Ending dari film itu adalah ketika si anak ini, nama tokohnya tuh Cal Chetley, yang awalnya masih pemula tapi udah bisa masuk final kejuaraan di negara bagian gitu. Lawannya si Cal di final itu juara yang belum pernah terkalahkan gitu deh. Tapi di final, si Cal ini sempat melakukan perlawanan yang cukup sengit hingga hampir membuat dia mengalahkan lawannya secara KO. Tapi, ketika waktu pertandingan selesai, hasilnya ditentukan oleh poin dan Cal dinyatakan kalah poin. Walau kalah, dia tetap merasa bangga dan tetap mendapatkan apresiasi dari penonton oleh karena dia sebagai pemula masih bisa melawan hingga akhir. Dia tetap dianggap sebagai juara di pertandingan itu.
Lalu film yang kedua yaitu Real Steel, saat ini masih ada di bioskop sih. Filmnya masuk box office kok. Yang main tuh Hugh Jackman, yang jadi Wolverine di X-Men. Ceritanya tentang robot-robot yang menggantikan manusia dalam pertandingan boxing di tahun 2020. Jadi saat itu, olah raga boxing udah ga ada lagi. Tapi diganti dengan boxing robot gitu yang dikendalikan dengan remote atau dengan suara gitu. Ceritanya, si Charlie Kenton (Hugh Jackman) ini tuh dulunya petinju, tapi sekarang dia jadi promotor tinju robot gitu. Trus dia tuh suka kalah mulu sampai dia ketemu sama anaknya, Max yang dia belum pernah ketemu sejak dia lahir. Anaknya ini juga suka ngikutin robot boxing. Trus suatu waktu, si Max nemuin boxing robot yang udah tua n usang dan yang fungsinya cuman jadi buat training gitu.
Si robot usang ini namanya Atom. Nah, walau robot usang ini keliatannya ga bisa apa-apa dibandingkan robot-robot lain yang lebih canggih, tapi berkat dilatih sama Charlie robot ini jadi robot pemenang gitu. Kesannya agak out of nowhere robot jelek ini bisa juara dimana-mana. Akhirnya ketika masuk ke kejuaraan profesional, si Atom ini bisa ngalahin robot profesional. Sementara itu, diantara boxing robot, ada 1 robot yang undefeated, namanya Zeus. Nah setelah si Atom menang di pertandingan profesional itu, si Max anaknya Charlie ini langsung menantang Zeus secara terbuka. Awalnya Zeusnya agak ngerasa dilecehkan karena ditantang sama robot usang gitu.
Di tengah tantangan ini, ada konflik dimana Charlie dikejar-kejar oleh temannya yang dihutangi oleh Charlie dan Charlie sempat diserang gitu. Disisi lain, si Max yang hak asuhnya jatuh ke tangan bibinya harus kembali ke orang tua asuh yang baru dan Charlie juga merasa Max lebih aman disana. Namun Max sangat ingin agar Charlie meneruskan perjuangannya untuk menantang Zeus. Akhirnya dengan 1 kesempatan, Max diperbolehkan ikut Charlie untuk bertarung bersama Atom melawan Zeus. Pertandingannya kayak final kelas berat boxing gitu deh. Serunya adalah ketika gw nonton di bioskop, gw kebawa banget suasana di arena Real Steelnya. Lalu pertandingannya berjalan alot dan seringnya Zeus selalu mendominasi Atom. Namun Zeus tidak pernah ditahan oleh lawannya sampai ronde terakhir. Atom yang usang itu bisa bertahan sejauh itu.
Hingga ronde terakhir, Atom mulai rusak. Dia tidak bisa dikendalikan oleh Charlie secara vokal karena alatnya rusak.Akhirnya, Atom dikendalikan dengan menggunakan mode tiruan. Jadi kalau Charlie bergerak, Atom juga bergerak. Serunya adalah, seakan-akan Charlie melakukan shadow boxing (tinju boong2an) tapi si Atom mengikuti gerakan Charlie dan bisa melawan Zeus. Akhirnya Zeus sempat jauh dan di count out namun bisa bangun lagi sebelum dinyatakan KO. Ronde terakhirpun berakhir. Sayang, pemenangnya adalah Zeus berdasarkan poin, namun malam itu dianggap merupakan kemenangan Atom oleh karena belum pernah Zeus dan pemiliknya dibuat hampir kalah seperti itu. Akhirnya Atom dianggap sebagai People's Champion atau juara rakyat, sebutan juara secara informal oleh para penggemar boxing robot. Personally, gw suka banget film Real Steel karena bisa ngebawa gw ke dalam suasana filmnya banget. Serasa berada di dunia filmnya deh. Hehe.
Nah, mirip kan ending kedua film tadi?
Intinya perjuangan yang dimulai dari nol, walau pada akhirnya mengalami kekalahan namun tetap dapat berbangga hati oleh karena usaha yang dipupuk sejak awal. Hahahaha bahasa gw mulai ngaco tapi berbobot! :)
Ga selalu ketika kalah di pertandingan itu merupakan hal yang memalukan. Pencapaian tertinggi kita bukan karena kita juara, namun karena kita sudah berusaha hingga titik darah penghabisan dan membuat semua orang sadar kalau perjuangan kita itu sangat bearti buat kita.
Kalah diatas ring bukan masalah, tetapi kita memenangkan kebanggaan!
Well, kira-kira begitu deh. Haha. Moga-moga bisa menjadi motivasi, Moga-moga juga bisa jadi resensi film yang oke deh. Hehe.
Adieu..
0 comments:
Poskan Komentar