Dan akhirnya gw menemukannya. Mungkin perkenalan baru terjadi kurang dari 2 bulan, namun sudah ada banyak obrolan dan kegiatan bareng. First impression pada awalnya biasa saja. Namun makin lama malah makin merasa ada sesuatu yang berbeda dan menjadi nilai plus tersendiri. Ada rasa penasaran dan keingin-tahuan untuk lebih mengenalnya lebih dalam. Ada rasa nyaman dikala dekatnya. Ada rasa yang sulit digambarkan namun bisa juga disebut sebagai chemistry. Mungkin yang merasakannya baru gw. Tapi kadang rasa itu muncul juga dari dirinya sendiri.
Agaknya gw masih takut untuk melangkah lebih lanjut. Sulit gitu untuk memulai komunikasi intense ataupun pertemuan kecil yang berkualitas. Ada ketakutan tersendiri yang datang dari faktor-faktor eksternal. Namun sepertinya tidak harus dipusingkan. Dilarang negative thinking ataupun pesimis dalam hal ini. Prinsip saat ini adalah slow but sure. Semoga mendapat restu untuk melangkah lebih jauh. Semoga bisa menikmati suasana-suasana seperti ini. :)
ChristMeister's Blog..
About Me
- @christmeister's bLog
- Canisian, sedang menimba ilmu di FEUI, bermimpi menjadi social worker..
Jumat, 17 Februari 2012
Selasa, 14 Februari 2012
Sepi Pun Akhirnya Terasa
Posted by
@christmeister's bLog
Akhirnya setelah 107 hari menjomblo, sepi itu terasa. Ingin rasanya ada yang menemani hari-hari gue. Setidaknya, handphone ga sepi. Ada yang bisa diajak omong tentang apa saja. Tidak perlu langsung mengarah untuk menjadi kekasih, tetapi sekedar mewarnai hari-hari dengan celotehan yang penuh ceria saja sudah cukup melepaskan sepi hati ini.
Hari kasih sayang, Valentine's day di tanggal 14 Februari ini tidak ada hal yang begitu gue tunggu. Hanya saja berharap hari ini bisa menikmati dan turut berbagi kasih sayang dan perhatian kepada orang-orang terdekat dan siapa saja yang gue akan temui hari ini.
Adieu
Hari kasih sayang, Valentine's day di tanggal 14 Februari ini tidak ada hal yang begitu gue tunggu. Hanya saja berharap hari ini bisa menikmati dan turut berbagi kasih sayang dan perhatian kepada orang-orang terdekat dan siapa saja yang gue akan temui hari ini.
Adieu
Minggu, 05 Februari 2012
Sekedar Apresiasi
Posted by
@christmeister's bLog
Suatu tindakan konkret dalam mewujudkan perhatian atau kasih kepada orang lain bisa dilakukan dengan cara apa saja. Perbuatan yang sederhana kalau memang dilakukan dengan tulus maka akan berkesan bagi orang lain. Untaian kata pujian yang kadang kala terasa sedikit gombal namun mengenai perasaan juga dapat menjadi kesan yang baik bagi orang lain. Namun dari segala ketulusan perhatian, kasih dan bahkan sekedar pujian penuh gombal-gombalan yang sederhana akan menjadi sangat bearti ketika kita mendapatkan apresiasi yang juga sederhana dan tulus.
Sekedar apresiasi sederhana itu rasanya begitu menyenangkan!
Sekedar apresiasi sederhana itu rasanya begitu menyenangkan!
Minggu, 22 Januari 2012
Menanggapi Panggilan - Cerita dari Gereja di Gedongan, Salatiga
Posted by
@christmeister's bLog
Belakangan kan gw sempet stres dan agak2 galau gara-gara mempertanyakan Tuhan beserta kehendak dan jalanNya. Gw masih bingung akan suatu kegagalan yang gw alami ini mau membawa gw kemana. Bingung akan panggilan yang sebenarnya memanggil gw itu seperti apa. Bingung akan apa yang akan gw lakukan nantinya dan apakah gw akan bertahan. Tapi sebelumnya gw udah bilang dan menyatakan kalau 'kepercayaan gw terhadap Tuhan itu tidak hilang' dan yakin kalau di masa depan nantinya jawaban-jawaban akan kebimbangan ini akan muncul dengan sendirinya. Benar saja, jawaban itu sedikit demi sedikit muncul. Hari ini contohnya.
Gw lagi liburan ke Salatiga. Pagi tadi, gw ke gereja di Gedongan untuk merayakan misa mingguan. Agak-agak malas sebelumnya jujur aja. Gw memang orang yang tidak rajin ke gereja. Namun karena ini di luar kota, pengen juga merasakan suasana gereja di daerah seperti di Salatiga gini. Nah tadinya itu mau misa di gua Maria di Kerep, deket Ambarawa. Sayangnya karena takut macet, akhirnya gw misa di Gedongan. Suatu tempat di sebelah selatan/barat daya (i'm not sure) Salatiga ini merupakan biara tempat pertapaan para suster gitu. Kongregasinya gw lupa judulnya apa tapi cukup unik. Di sini para biarawati akan mengabdi dan melakukan pertapaan dalam waktu yang lama. Bahkan ada yang seumur hidup.
Nah Gerejanya juga unik. Bentuknya seperti huruf L. Altar berada di sudutnya. Bagian batang huruf L yang pendek merupakan tempat untuk para tamu dan bagian batang L yang panjang merupakan tempat untuk para suster. Para suster punya bilik-bilik sendiri dengan kursi, tempat berlutut dan buku misa masing-masing. Jadi cukup teratur begitu. Di altar, meja dan mimbarnya juga mengarah ke para suster. Jadi sebenarnya Gereja itu khusus hanya untuk suster. Makanya para tamu (umat lain) itu kurang diutamakan posisinya walau tetap mendapatkan view yang baik terhadap altar. Bahkan ada pager besi pendek yang membatasi altar dengan tempat para tamu. Gereja ini terbangun dari batu-batu besar yang dijadikan tembok gitu. Jadi udaranya agak dingin. Perabotannya terbuat dari kayu. Kapasitasnya mungkin hanya 100an orang karena sekali lagi gereja ini sepertinya memang khusus untuk para suster.
Gw ke gereja ini lengkap ber4 bersama keluarga gw dan bersama 3 orang warga setempat yang menunjukkan jalan ke Gereja ini. Sepertinya mereka adalah suami istri dan bersama anak ketiganya. Yang unik adalah, katanya anak ini memiliki keterbelakangan. Disebutnya idiot. Tapi gw menyebutnya anak ini unik. Dia terlihat tidak banyak bicara dan hanya menanggapi hal-hal tertentu saja. Ibunya sangat sabar menghadapi anak ini dan si Ibu ini juga terlihat merupakan umat yang cukup taat sekali. Keluarga ini adalah seorang protestan dari Gereja Kristen Indonesia. Namun si anak ini hanya ingin misa di gereja susteran tersebut dan konon mendapatkan perlakuan khusus dari gereja. Jadi setiap minggu, anak ini pasti akan diantar dan ditemani orang tuanya ke gereja ini. Si anak ini ingin sampai paling cepat supaya bisa duduk di paling depan dan mengikuti misa dengan konsentrasi. Selain itu, dia juga hapal siapa-siapa saja suster yang hadir dan katanya 'mengabsen' para suster gitu kalau-kalau ada yang tidak datang. Katanya si anak ini mendapatkan perlakuan khusus oleh gereja karena dijadikan simbol bagi gereja. Dia menunjukkan ketulusan dan semangat gitu deh dalam mengikuti ajaran gereja dengan serius di tengah keterbelakangannya. Kira-kira begitu cuap-cuap tentang anak ini. hehehe menarik juga kan? hehe.
Nah, mengenai misa-nya, gw sih awalnya tidak khusuk-khusuk amat. Mau berdoa juga agaknya gw merasa tidak siap dan tidak pantas. Gw hanya diam dan menikmati suasana gerejanya saja. Misa mulai jam 10 tapi jam 9.30 sudah ada lonceng dibunyikan dan umat dipersilakan masuk menunggu di dalam. Gw sama adek gw duduk di depan, sederetan sama orang tua gw dan keluarga si anak unik itu. Gw tidak berdoa. Hanya melamun. Namun gw merasa sangat damai dan tenang. Gw merasa agak lepas dari hal-hal yang biasanya membuat pikiran gw berat. Walau begitu, gw mencoba merenungkan hal-hal yang masih menjadi kegundahan gw akhir-akhir ini. Sejenak sempat juga bermeditasi singkat sambil merenungkan hal-hal tersebut. Lucunya, tema misa hari ini adalah tentang 'panggilan untuk mewartakan kerajaan Allah'. Pas banget!
Misa berjalan seperti biasanya. Hal yang unik itu adalah bagian tobat diisi dengan pemercikan air suci kepada para umat sebagai simbol pembabtisan kembali. Lalu, koor dari misa ini diisi oleh para suster dan itu cukup unik dan berbeda gitu feelnya. Belakangan, bokap cerita bahkan dia hampir nangis karena feel yang berbeda itu pada saat misa. Lalu bagian Syahadat juga dinyanyikan. Bagian ini favorit gw. Doa Aku Percaya versi panjang dinyanyikan dan musiknya itu sangat membuat damai. Kira-kira sih ini bagian-bagian yang sangat unik. Selain itu, kekhusukkan dan ketenangan gereja itu sangat diperhatikan. Ada anak-anak yang agak berisik, salah seorang suster sampai turun dari 'tempat'nya dan ke belakang kursi umat untuk menegur umat yang anaknya berisik itu secara halus. Benar-benar deh.. :)
Nah, kembali ke tema misa, dari bacaan pertama, kedua dan Injil serta khotbah Romo-nya itu benar-benar pas sama keadaan gw. Intinya, tanggapan akan panggilan itu ada dua jenis. Pertama, seperti Yunus, dipanggil Tuhan tapi uring-uringan dan ogah-ogahan akhirnya sampai harus ditenggelemin dan dimakan ikan dulu baru nurut dan menjalankan panggilan Tuhan. Kedua, seperti Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes yang lagi ngurusin kerjaannya sebagai nelayan, dipanggil Yesus langsung ngeloyor pergi begitu saja meninggalkan kerjaan dan bahkan ayah mereka sendiri untuk mengikuti Yesus. Lalu kalau dari bacaan kedua, kalau ingin menanggapi panggilan Tuhan secara maksimal dan kalau ingin masuk ke dalam Kerajaan Allah, kita sebisa mungkin meninggalkan segala hal yang duniawi. Pada akhirnya, khotbah si Romo masuk ke bagian yang mengatakan kalau panggilan untuk mewartakan Kerajaan Allah pasti selalu ada, namun jenisnya bermacam-macam. Bisa aja di pemerintahan, bisa sebagai guru, bisa sebagai pegawai swasta, ibu rumah tangga, dan lain-lain. Dan kadang kala panggilan itu bisa aja ga sesuai sama yang kita mau. Bisa aja malah terpanggil untuk mewartakan Kerajaan Allah di tempat yang kita tidak inginkan sebelumnya. Tapi pastinya akan ada hal baik dari setiap macam panggilan tersebut.
Kalau direfleksikan sama pengalaman gw: Pertama, gw adalah Yunus, yang seringnya ogah-ogahan dulu ketika mendapatkan panggilan. Atau mungkin bukan ogah-ogahan, tapi telat gitu dalam menanggapinya. Telat sadarnya. Tapi moga-moga gw bisa seperti Yunus yang pada akhirnya berhasil menjalankan panggilan Tuhan dengan maksimal. hehehe. Kedua, meninggalkan segala macam yang duniawi. Disini gw mengambil kesimpulan kalau menjalankan panggilan itu harus mengurangi hal-hal yang 'enak' bagi kita untuk melakukan sesuatu yang 'enak' bagi orang lain atau mungkin untuk diri kita sendiri juga. Misalnya, mengurangi waktu senggang yang ga berguna untuk digunakan menjadi waktu pelayanan atau hal-hal lain yang bisa berpengaruh baik bagi diri sendiri dan orang lain. Ketiga, mungkin kegagalan itu menunjukkan kalau mungkin panggilan yang gw rasakan itu tidak sesuai akan kemauan gw. Tapi sebaliknya mungkin Tuhan menaruh gw di tempat lain dengan alasan tertentu. Dan tentu saja tempat lain ini juga punya kok hal-hal yang menyenangkannya selain hal-hal yang membuat kita kecewa. Kira-kira begitu deh! Seneng banget dapet 'jawaban' lagi. hehehe
Walau begitu, gw bersikap dingin banget sih pagi tadi. Setelah misa, gw jujur aja tidak excited-excited banget. Mungkin karena laper. Hahaha. Ga juga sih. Gw merasa tidak pantas aja ke gereja. Diri gw tidak 'bersih'. Kira-kira begitu. Gw sesekali masih merasa keagnostikkan diri gw suka muncul jadinya rasa-rasanya biasa saja. Yang gw dapatkan hari ini adalah pelajaran moralnya, bukan ibadatnya. Begitu deh. Moga-moga di lain waktu bisa lebih oke lagi deh gw. hehehe.
Abis misa, gw beli beberapa hal di toko di gereja itu. Yang dijual tuh ada kue-kue khas Gedongan, kartu ucapan, buku doa, susu botolan, pajangan, dan lain-lain. Katanya barang-barang disini adalah hasil tangan para suster sendiri. Gw beli rosario. Gw ga punya rosario sejauh ini. Mungkin punya tapi hilang. :) Abis itu pulang deh. Hehehe.
Kira-kira begitu deh ya ceritanya. Ini cuman bagian kecil dari cerita perjalanan gw di Salatiga yang gw tulis di http://franchristiaan.tumblr.com/.
Well then, Adieu!
Gw lagi liburan ke Salatiga. Pagi tadi, gw ke gereja di Gedongan untuk merayakan misa mingguan. Agak-agak malas sebelumnya jujur aja. Gw memang orang yang tidak rajin ke gereja. Namun karena ini di luar kota, pengen juga merasakan suasana gereja di daerah seperti di Salatiga gini. Nah tadinya itu mau misa di gua Maria di Kerep, deket Ambarawa. Sayangnya karena takut macet, akhirnya gw misa di Gedongan. Suatu tempat di sebelah selatan/barat daya (i'm not sure) Salatiga ini merupakan biara tempat pertapaan para suster gitu. Kongregasinya gw lupa judulnya apa tapi cukup unik. Di sini para biarawati akan mengabdi dan melakukan pertapaan dalam waktu yang lama. Bahkan ada yang seumur hidup.
Nah Gerejanya juga unik. Bentuknya seperti huruf L. Altar berada di sudutnya. Bagian batang huruf L yang pendek merupakan tempat untuk para tamu dan bagian batang L yang panjang merupakan tempat untuk para suster. Para suster punya bilik-bilik sendiri dengan kursi, tempat berlutut dan buku misa masing-masing. Jadi cukup teratur begitu. Di altar, meja dan mimbarnya juga mengarah ke para suster. Jadi sebenarnya Gereja itu khusus hanya untuk suster. Makanya para tamu (umat lain) itu kurang diutamakan posisinya walau tetap mendapatkan view yang baik terhadap altar. Bahkan ada pager besi pendek yang membatasi altar dengan tempat para tamu. Gereja ini terbangun dari batu-batu besar yang dijadikan tembok gitu. Jadi udaranya agak dingin. Perabotannya terbuat dari kayu. Kapasitasnya mungkin hanya 100an orang karena sekali lagi gereja ini sepertinya memang khusus untuk para suster.
Gw ke gereja ini lengkap ber4 bersama keluarga gw dan bersama 3 orang warga setempat yang menunjukkan jalan ke Gereja ini. Sepertinya mereka adalah suami istri dan bersama anak ketiganya. Yang unik adalah, katanya anak ini memiliki keterbelakangan. Disebutnya idiot. Tapi gw menyebutnya anak ini unik. Dia terlihat tidak banyak bicara dan hanya menanggapi hal-hal tertentu saja. Ibunya sangat sabar menghadapi anak ini dan si Ibu ini juga terlihat merupakan umat yang cukup taat sekali. Keluarga ini adalah seorang protestan dari Gereja Kristen Indonesia. Namun si anak ini hanya ingin misa di gereja susteran tersebut dan konon mendapatkan perlakuan khusus dari gereja. Jadi setiap minggu, anak ini pasti akan diantar dan ditemani orang tuanya ke gereja ini. Si anak ini ingin sampai paling cepat supaya bisa duduk di paling depan dan mengikuti misa dengan konsentrasi. Selain itu, dia juga hapal siapa-siapa saja suster yang hadir dan katanya 'mengabsen' para suster gitu kalau-kalau ada yang tidak datang. Katanya si anak ini mendapatkan perlakuan khusus oleh gereja karena dijadikan simbol bagi gereja. Dia menunjukkan ketulusan dan semangat gitu deh dalam mengikuti ajaran gereja dengan serius di tengah keterbelakangannya. Kira-kira begitu cuap-cuap tentang anak ini. hehehe menarik juga kan? hehe.
Nah, mengenai misa-nya, gw sih awalnya tidak khusuk-khusuk amat. Mau berdoa juga agaknya gw merasa tidak siap dan tidak pantas. Gw hanya diam dan menikmati suasana gerejanya saja. Misa mulai jam 10 tapi jam 9.30 sudah ada lonceng dibunyikan dan umat dipersilakan masuk menunggu di dalam. Gw sama adek gw duduk di depan, sederetan sama orang tua gw dan keluarga si anak unik itu. Gw tidak berdoa. Hanya melamun. Namun gw merasa sangat damai dan tenang. Gw merasa agak lepas dari hal-hal yang biasanya membuat pikiran gw berat. Walau begitu, gw mencoba merenungkan hal-hal yang masih menjadi kegundahan gw akhir-akhir ini. Sejenak sempat juga bermeditasi singkat sambil merenungkan hal-hal tersebut. Lucunya, tema misa hari ini adalah tentang 'panggilan untuk mewartakan kerajaan Allah'. Pas banget!
Misa berjalan seperti biasanya. Hal yang unik itu adalah bagian tobat diisi dengan pemercikan air suci kepada para umat sebagai simbol pembabtisan kembali. Lalu, koor dari misa ini diisi oleh para suster dan itu cukup unik dan berbeda gitu feelnya. Belakangan, bokap cerita bahkan dia hampir nangis karena feel yang berbeda itu pada saat misa. Lalu bagian Syahadat juga dinyanyikan. Bagian ini favorit gw. Doa Aku Percaya versi panjang dinyanyikan dan musiknya itu sangat membuat damai. Kira-kira sih ini bagian-bagian yang sangat unik. Selain itu, kekhusukkan dan ketenangan gereja itu sangat diperhatikan. Ada anak-anak yang agak berisik, salah seorang suster sampai turun dari 'tempat'nya dan ke belakang kursi umat untuk menegur umat yang anaknya berisik itu secara halus. Benar-benar deh.. :)
Nah, kembali ke tema misa, dari bacaan pertama, kedua dan Injil serta khotbah Romo-nya itu benar-benar pas sama keadaan gw. Intinya, tanggapan akan panggilan itu ada dua jenis. Pertama, seperti Yunus, dipanggil Tuhan tapi uring-uringan dan ogah-ogahan akhirnya sampai harus ditenggelemin dan dimakan ikan dulu baru nurut dan menjalankan panggilan Tuhan. Kedua, seperti Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes yang lagi ngurusin kerjaannya sebagai nelayan, dipanggil Yesus langsung ngeloyor pergi begitu saja meninggalkan kerjaan dan bahkan ayah mereka sendiri untuk mengikuti Yesus. Lalu kalau dari bacaan kedua, kalau ingin menanggapi panggilan Tuhan secara maksimal dan kalau ingin masuk ke dalam Kerajaan Allah, kita sebisa mungkin meninggalkan segala hal yang duniawi. Pada akhirnya, khotbah si Romo masuk ke bagian yang mengatakan kalau panggilan untuk mewartakan Kerajaan Allah pasti selalu ada, namun jenisnya bermacam-macam. Bisa aja di pemerintahan, bisa sebagai guru, bisa sebagai pegawai swasta, ibu rumah tangga, dan lain-lain. Dan kadang kala panggilan itu bisa aja ga sesuai sama yang kita mau. Bisa aja malah terpanggil untuk mewartakan Kerajaan Allah di tempat yang kita tidak inginkan sebelumnya. Tapi pastinya akan ada hal baik dari setiap macam panggilan tersebut.
Kalau direfleksikan sama pengalaman gw: Pertama, gw adalah Yunus, yang seringnya ogah-ogahan dulu ketika mendapatkan panggilan. Atau mungkin bukan ogah-ogahan, tapi telat gitu dalam menanggapinya. Telat sadarnya. Tapi moga-moga gw bisa seperti Yunus yang pada akhirnya berhasil menjalankan panggilan Tuhan dengan maksimal. hehehe. Kedua, meninggalkan segala macam yang duniawi. Disini gw mengambil kesimpulan kalau menjalankan panggilan itu harus mengurangi hal-hal yang 'enak' bagi kita untuk melakukan sesuatu yang 'enak' bagi orang lain atau mungkin untuk diri kita sendiri juga. Misalnya, mengurangi waktu senggang yang ga berguna untuk digunakan menjadi waktu pelayanan atau hal-hal lain yang bisa berpengaruh baik bagi diri sendiri dan orang lain. Ketiga, mungkin kegagalan itu menunjukkan kalau mungkin panggilan yang gw rasakan itu tidak sesuai akan kemauan gw. Tapi sebaliknya mungkin Tuhan menaruh gw di tempat lain dengan alasan tertentu. Dan tentu saja tempat lain ini juga punya kok hal-hal yang menyenangkannya selain hal-hal yang membuat kita kecewa. Kira-kira begitu deh! Seneng banget dapet 'jawaban' lagi. hehehe
Walau begitu, gw bersikap dingin banget sih pagi tadi. Setelah misa, gw jujur aja tidak excited-excited banget. Mungkin karena laper. Hahaha. Ga juga sih. Gw merasa tidak pantas aja ke gereja. Diri gw tidak 'bersih'. Kira-kira begitu. Gw sesekali masih merasa keagnostikkan diri gw suka muncul jadinya rasa-rasanya biasa saja. Yang gw dapatkan hari ini adalah pelajaran moralnya, bukan ibadatnya. Begitu deh. Moga-moga di lain waktu bisa lebih oke lagi deh gw. hehehe.
Abis misa, gw beli beberapa hal di toko di gereja itu. Yang dijual tuh ada kue-kue khas Gedongan, kartu ucapan, buku doa, susu botolan, pajangan, dan lain-lain. Katanya barang-barang disini adalah hasil tangan para suster sendiri. Gw beli rosario. Gw ga punya rosario sejauh ini. Mungkin punya tapi hilang. :) Abis itu pulang deh. Hehehe.
Kira-kira begitu deh ya ceritanya. Ini cuman bagian kecil dari cerita perjalanan gw di Salatiga yang gw tulis di http://franchristiaan.tumblr.com/.
Well then, Adieu!
Sabtu, 21 Januari 2012
Just An Admirer
Posted by
@christmeister's bLog
Yeah rasa-rasanya bener-bener mesti memendam perasaan saja. Selain karena memang hati masih belum bisa diisi lagi saat ini, rasanya tingkat kesulitannya memang sangat sulit. Friendzoned gitu lah istilah 9GAGnya. Tapi rasa-rasanya tetap senang dan menikmati punya 'idola' pribadi gitu. Sama seperti yang dahulu. Dinikmati saja deh keberadaannya, senyum dan celotehnya. Sudah beruntung memiliki sebagai teman daripada tidak pernah kenal sama sekali. :)
Hayooo siapakah dia? :p
Adieu
Hayooo siapakah dia? :p
Adieu
Langgan:
Entri (Atom)